Doa Yang Tidak Tertolak
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ »
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Ada tiga do’a yang tidak tertolak: (1) do’a pemimpin yang adil, (2) do’a orang yang berpuasa sampai ia berbuka, (3) do’a orang yang terzholimi.” (HR. Tirmidzi no. 3595, Ibnu Majah no. 1752. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban dalam shahihnya no. 2408 dan dihasankan oleh Ibnu Hajar).
Pelajaran yang terdapat di dalam hadist
Boleh jadi ibadahnya sedikit, boleh jadi tak banyak amalan sunnah yang dikerjakan, tapi mustajabah do’anya karena ia memimpin dengan adil.
Qais bin Sa’ad berkata, “Sehari bagi imam yang adil, lebih baik daripada ibadah seseorang di rumahnya selama enam puluh tahun.”
Maka alangkah ruginya, alangkah celakanya dan binasalah jika masa yang singkat sebagai pemimpin tak dimanfaatkan sepenuh kesungguhan dengan menegakkan keadilan dan kebenaran.
Kepemimpinan akan berakhir dalam waktu singkat. Tapi adilnya kepemimpinan akan membawa kebaikan yang tiada akhir hingga Yaumil Qiyamah.
Sebaliknya, kezhaliman akan membawa petaka yang tiada akhir. Di dunia beriring cerca, di akhirat musibah besar yang tak terkira. Pedih bersambung-sambung tiada ujungnya.
Jika seorang pemimpin melakukan kezhaliman yang sangat besar sehingga rakyat sengsara dan tak dapat menjalankan agama dengan baik, maka ketika itulah akan banyak orang yang mustabajah do’anya bersebab dizhalimi. Jika itu terjadi, gunakanlah untuk mendo’akan kebaikan, bagi dirimu, keluargamu, keturunanmu dan orang lain.
Yang jelas, di setiap rezim selalu ada pintu do’a yang makbul; boleh jadi bagi pemimpin yang adil, boleh jadi bagi rakyat yang dizhalimi. Tapi seburuk-buruk keadaan adalah zhalimnya rakyat. Siapakah itu? Seseorang yang tidak direnggut haknya