Meraih Keberkahan Dengan Harta Halal

                            Rus Apostel

One Day  One Hadisth
عن أنس رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عن أمّ سُلَيم أَنَّها قَالتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَنَسٌ خَادِمُكَ ادْعُ اللَّهَ لَه،ُ قَالَ: «اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ» 

Dari Anas bin Malik semoga Allah meridhoinya, dari Ummu Sulaaim bahwasanya ia berkata, ya rasulullah bahwa Anas pelayananmu, doakan kepada Allah untuknya; Beliau lalu berdoa:
“Ya Allah, perbanyaklah harta dan keturunannya, dan berkahilah ia pada apa yang Engkau karuniakan kepadanya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist
 
Ketahuilah bahwa yang terpenting dalam urusan harta dan rizki bukanlah pada sedikit atau banyaknya. Yang terpenting adalah keberkahannya.

Tidak ada kebaikan pada harta yang banyak jika tidak berkah. Dan beragam kebaikan akan muncul pada harta yang disertai keberkahan di dalamnya.
Arti dari keberkahan, 

البركة هي ثبوت الخير الإلهي في الشيء

“Barakah adalah tetapnya kebaikan ilahi pada sesuatu.”

Maka seorang mukmin, yang dicari dalam seluruh sisi kehidupannya di dunia ini adalah keberhakannya. Termasuk dalam urusan harta. Karena banyaknya harta tidak menjamin kebahagian dan kecukupan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta, kekayaan itu adalah kekayaan jiwa.” Muttafaq ‘alaih.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur'an :

Allah menyebutkan, bahwa ada diantara manusia yang justru Allah siksa dengan harta kekayaannya.

 فَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ

“Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam Keadaan kafir.” (QS. At Taubah